Sistem Operasi: Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, Jenis, dan Contoh

Komputer saat ini menjadi kebutuhan utama, terutama masyarakat yang berada di perkotaan. Perangkat komputer setidaknya membutuhkan tiga elemen untuk dapat bekerja, yaitu hardware, software, dan brainware/pengguna. Software yang paling utama agar semua hardware dapat berjalan adalah sistem operasi.

Sistem operasi memiliki tanggung jawab untuk menjalankan secara keseluruhan kerja komputer.

Lantas apakah Anda sudah mengenal perangkat lunak ini dengan baik?

Mari simak uraian lengkapnya pada artikel ini.

Logo microsoft windows
Logo microsoft windows

1. Pengertian Sistem Operasi

Definisi sistem operasi atau Operating System (OS) sendiri merupakan sekumpulan perangkat yang dimiliki komputer dan saling berkaitan satu dengan yang lain serta berinteraksi untuk menjalankan proses dalam pengolahan data untuk menghasilkan sebuah informasi.

Sumber lain yang dapat dipahami mengenai sistem operasi adalah perangkat lunak sitem yang kerjanya mengatur sumber daya pada perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware), serta bertugas sebagai daemon bagi program dalam komputer.

Tanpa Operating System (OS), pengguna tidak dapat menjalankan keseluruhan program aplikasi di komputer mereka, kecuali pada program booting.

1.1 Definisi Menurut Para Ahli

Menurut para ahli, pengertian terhadap sistem tersebut sebagian besar mengacu pada teknologi komputer, tetapi secara gasris besar dapat digunakan pula pada teknologi telepon seluler.

Menurut Fery Indayudha, sistem ini merupakan sebuah sistem yang diperlukan dalam menjalankan keseluruhan aplikasi program (software) pada komputer.

Namun, menurut Mc Leod (PEARSON), operating system merupakan program-program dalam komputer yang mengendalikan sumber daya hardware dan software.

Pendapat lain juga diungkapkan oleh Sunarto dan Zainal Abidin.

Sunarto menyatakan bahwa, sistem operasi adalah software yang langsung berhubungan dengan hardware dan software.

Sedangkan, menurut Zainal Abidin OS yaitu program utama dalam komputer.

Kemudian Iim Rusyamsi mengemukakan, sistem operasi adalah software sistem yang bertugas untuk melakukan sebuah kontrol dan manajemen hardware serta operasi dasar sistem, termasuk untuk menjalankan aplikasi software lainnya.

2. Sejarah OS

Tanenbaum mengemukakan pendapat bahwa, sistem operasi akan mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam sejarahnya.

Pembagian sejarah perangkat lunak ini dibagi menjadi empat generasi dengan satu generasi lanjutan.

Setiap generasinya memperkenalkan teknologi yang telah dikembangkan dan dibentuk.

2.1 Generasi Pertama (1945-1955)

Generasi pertama merupakan awal mula perkembangan dari sistem komputasi elektronis sebagai pengganti dari sistem komputasi mekanis.

Sistem pada generasi pertama dilakukan secara manual dikarenakan belum adanya sistem operasi secara otomatis.

Hal ini diartikan bahwa sistem operasi belum sepenuhnya mendukung layanan yang dapat dikerjakan dalam satu rangkaian.

2.2 Generasi Kedua (1955-1965)

Generasi kedua mulai berkembang dan memperkenalkan Batch Processing System (BP).

Batch Processing System (BP) yaitu pekerjaan dapat dilakukan dalam satu rangkan dan selanjutnya akan dieksekusi secara berurutan.

Pada generasi ini terdapat beberapa fungsi OS, meskipun sistem yang berada dalam komputer  belum dilengkapi adanya OS.

2.3 Generasi ketiga (1965-1960)

Pada generasi ketiga, perkembangan OS sudah mencapai teknologi di mana dalam satu waktu dapat melayani banyak pengguna.

Pengguna-pengguna interaktif akan melakukan komunikasi dengan komputer melalui terminal secara online ke satu komputer.

User dapat berkomunikasi melalui terminal secara daring ke komputer yang lain sehingga dengan ini generasi ketiga dapat dikatakan sebagai OS yang dapat menjadi multi user serta multi programming.

Dengan memiliki kemampuan multi user, para pengguna dapat menggunakan komputer sekaligus, sedangkan multi programming adalah kemampuan komputer dalam melayani tugas sekaligus dalam satu waktu (multitasking).

2.4 Generasi keempat (1980an – pasca 1980an)

OS generasi keempat dikembangkan dengan memperkenalkan adanya Graphical User Interface (GUI) yang memiliki tampilan bermodalkan mouse di mana End-User dapat menjalankan software maupun aplikasi/program dalam komputer.

Generasi ini ditandai juga dengan adanya perkembangan komputer pribadi (komputer desktop) serta teknologi jaringan.

Pengembangan generasi keempat diperlukan karena semakin maraknya pengguna yang menyadari keberadaan sebuah komputer saling terkoneksi satu dengan yang lainnya, sehingga hal tersebut perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut.

2.5 Generasi selanjutnya (2000-an hingga saat ini)

Generasi selanjutnya pada sistem operasi memperkenalkan sebuah sistem yang berada dalam suatu OS.