Komputer: Pengertian, Sejarah, Jenis, Fungsi, dan Cara Kerja

Komputer merupakan alat yang telah mengalami evolusi yang cukup panjang hingga menjadi canggih seperti sekarang dan sangat diperlukan untuk memudahkan pekerjaan manusia. Kini manusia dengan mudah melakukan perhitungan, desain grafis, editing audio, dan berkomunikasi. Sehingga manusia dapat memperoleh informasi dengan mudah. Bahkan hal-hal tersebut telah dijadikan sebagai suatu profesi bagi orang-orang yang dapat mengoperasikannya.

Berbagai macam komputer telah dikembangkan beserta programnya untuk tujuan umum hingga khusus. Penyempurnaan dimaksudkan untuk membuat pekerjaan manusia semakin mudah dan sederhana.

Perangkat Komputer yang Lengkap
Perangkat Komputer yang Lengkap

1. Pengertian Komputer

Menurut KBBI, komputer adalah alat elektronik otomatis yang dapat menghitung atau mengolah data secara cermat menurut perintah yang diinstruksikan dan memberikan hasil pengolahan, serta dapat menjalankan sistem multimedia (film, musik, televisi, faksimile, dan sebagainya). Biasanya terdiri atas unit pemasukan, unit pengeluaran, unit penyimpanan, serta unit pengontrolan.

Komputer memang dimaksudkan untuk membantu pekerjaan manusia oleh karena itu alat ini dapat melakukan manipulasi data dengan cepat dan tepat sesuai instruksi-instruksi pemrogramnya.

Kata komputer sendiri berasal dari bahasa latin dengan yaitu “computare yang memiliki arti menghitung.

Pada awalnya, kata computare digunakan untuk manusia atau orang yang melakukan pekerjaan berupa perhitungan aritmatika. Namun, kemudian kata ini dipakai untuk sebutan mesin tersebut.

Penggunaan komputer sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari dan dapat mengurangi beban seseorang untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Pada masa kini komputer telah banyak sekali mengalami modifikasi yang disesuaikan perkembangan zaman.

2. Sejarah Perkembangan Komputer

Pada awalnya, komputer tidaklah memiliki kecanggihan seperti sekarang ini. Mesin yang kita lihat sekarang telah melalui berbagai perubahan pada setiap zamannya. Sejarah awalnya, mesin komputasi hanya berfungsi untuk memudahkan proses perhitungan saja.

Abacus merupakan cikal bakal lahirnya mesin komputasi yang modern seperti sekarang. Alat hitung ini lahir di Asia sekitar 5000 tahun yang lalu. Abacus dibuat dengan biji-bijian dan cara pemakaiannya dengan menggeser biji-bijian tersebut yang sudah tersusun rapi dalam sebuah rak. Popularitasnya tinggi di kalangan pedagang untuk kegiatan transaksi. Abacus dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan nama sempoa.

Kemudian, abacus tidak lagi digunakan di Eropa setelah ditemukannya kertas dan pensil. Lalu, 12 abad setelahnya, Blaise Pascal (1623-1662) menemukan yang beliau sebut dengan kalkulator roda numerik atau numerical wheel calculator pada tahun 1642.

Alat ini diciptakan dengan maksud membantu perhitungan pajak yang dilakukan oleh ayahnya. Alat ini kemudian diberi nama dengan Pascaline dengan perangkatnya berupa 8 roda putar bergerigi yang digunakan untuk menjumlahkan bilangan hingga 8 digit.

Jumlah perhitungannya ialah bilangan berbasis sepuluh, tetapi keterbatasannya adalah hanya dapat melakukan operasi hitung penjumlahan saja. Gottfred Wilhem von Leibniz (1646-1716), yang merupakan seorang filsuf dari Jerman, melakukan penyempurnaan terhadap Pascaline sehingga dapat melakukan operasi hitung perkalian di tahun 1964.

Kemudian, dilakukan penyempurnaan kembali oleh Charles Xavier Thomas de Colmar di tahun 1820 berupa kalkulator mekanik dengan nama Arithometer. Alat ini dapat melakukan 4 operasi hitung dasar aritmatika yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Alat ini sangat besar peranannya hingga masa Perang Dunia 1.

Charles Babbage (1791-1871), seorang profesor matematika asal Inggris memiliki ketertarikan terhadap matematika dan mesin mekanik di tahun 1812. Prinsip yang beliau temukan ialah pengulangan yang dihasilkan oleh mesin mekanik ataupun matematika.

Mesin mekanik mampu melakukan pengulangan berkali-kali dalam menyelesaikan tugas tanpa melakukan kesalahan, sedangkan matematika memerlukan suatu model pengulangan sederhana dari tahap-tahap tertentu.

Di tahun 1822, Charles Babbage memberikan solusi berupa usulan mesin yang digunakan untuk menghitung persamaan differensial atas masalah dibutuhkannya mesin mekanik untuk mengatasi kebutuhan-kebutuhan mekanik. Mesin ini dinamakan Mesin Differensial yang tidak hanya mampu melakukan operasi hitung dasar seperti sebelumnya, melainkan hingga menyimpan program serta mencetak hasil. Mesin ini bekerja secara otomatis dengan menggunakan tenaga uap.

Sepuluh tahun kemudian, Charles Babbage dibantu dengan asistennya Augusta King (1815-1842) bekerja sama untuk membuat komputer general-purpose pertama dengan nama Analytical Engine. Augusta King merupakan seorang programmer wanita pertama karena kemampuannya memahami dan membuat instruksi untuk dimasukkan ke dalam mesin.

Augusta King mencari bantuan dana kepada Pemerintah Inggris hingga memberikan penjelasan kepada publik terkait spesifikasi Analytial Engine tersebut. Namanya kemudian diabadikan dalam sebuah bahasa pemrograman oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat dengan nama ADA di tahun 1980 sebagai bentuk penghormatan baginya.

Analytical Engine memiliki 50.000 komponen dengan desain dasarnya adalah kartu-kartu perforasi. Isi dari kartu ini adalah berbagai instruksi operasi mesin.

Biro Sensus Amerika Serikat memiliki masalah dalam melakukan kegiatan sensus di tahun 1880 dengan menghabiskan waktu 7 tahun untuk menyelesaikan perhitungan. Populasi yang semakin berkembang memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan sensus adalah 10 tahun.

Oleh sebab itu, Herman Hollerith (1860-1929) ditugaskan untuk mencari cara yang lebih cepat dalam penyelesaian perhitungan sensus. Kemudian pada tahun 1880, Hollerith mengaplikasikan penggunaan kartu perforasi untuk menyelesaikan masalah perhitungan sensus dengan memasukkan data sensus ke dalamnya.

Kartu perforasi dapat menyimpan 80 variabel yang dapat menyelesaikan perhitungan sensus menjadi 6 minggu. Aplikasi yang diterapkan oleh Hollerith mampu menyelesaikan masalah perhitungan sensus Biro Sensus Amerika Serikat pada saat itu sehingga waktunya menjadi jauh lebih singkat.

Kartu perforasi juga dapat menyimpan data dan menghasilkan perhitungan dengan tingkat kesalahan yang kecil. Hal ini membuat Hollerith mengembangkan serta menjual alat tersebut secara luas kepada publik.

Hollerith juga mendirikan Tabulating Machine Company di tahun 1896 dan di tahun 1924 menjadi Internasional Businss Machine. Kartu perforasi ini sangat populer karena membantu untuk memudahkan pemrosesan data terutama bagi pemerintah dan pebisnis.

Tahun 1931, Vannevar Bush (1890-1974) membuat sebuah mesin yang dapat menyelesaikan perhitungan differensial. Mesin ini bahkan mampu menyelesaikan persamaan differensial yang rumit untuk diselesaikan oleh akademisi. Namun, komponen perangkatnya yang sangat banyak yaitu ratusan gerigi dan poros membuat mesin ini ukurannya sangat besar dan memliki bobot yang berat.

Selain itu, John V. Atanasoff dan Clifford Berry di tahun 1903 melakukan percobaan untuk membuat komputer elektrik dengan sirkuit elektrik yang diterapkan aljabar Boolean dengan persamaan matematika yang menyatakan benar atau salah. Sirkuit listriknya dalam bentuk terhubung atau terputus.

Proyek mereka berhasil di tahun 1940 dengan lahirnya komputer elektrik pertama, tetapi harus berhenti karena permasalahan dana. Sejarah perkembangan komputer selanjutnya dapat dibagi ke dalam beberapa generasi.