Virtual Reality: Pengertian, Sejarah, Elemen, Manfaat, dan Cara Kerja

Diposting pada

Virtual reality (VR), apakah Anda pernah mendengar istilah tersebut?

Mungkin bagi sebagian orang pernah mendengar istilah tersebut, tetapi pasti ada beberapa orang yang merasa asing dengan kata tersebut.

Virtual reality merupakan teknologi terbaru agar para penggunanya dapat merasakan dunia maya yang mungkin selama ini hanya menjadi angan-angan belaka.

Atau lebih mudahnya teknologi ini membuat Anda merasakan objek imajinasi secara 3 dimensi.

Simak artikel berikut agar Anda lebih memahami tentang virtual reality.

Ilustrasi penggunaan virtual reality
Ilustrasi penggunaan virtual reality

1. Pengertian Virtual Reality

Definisi dari virtual reality sendiri bermacam-macam tetapi intinya virtual reality merupakan suatu teknologi yang membantu penggunanya untuk merasakan suasana 3 dimensi yang seolah seperti nyata.

Lingkungan yang dihasilkan oleh virtual reality disimulasikan dengan bantuan komputer (computer-simulated environment), lingkungan tersebut dapat hanya diciptakan dari imajinasi penggunanya atau lingkungan tersebut memang benar-benar ada di kenyataan.

Virtual reality adalah teknologi yang dirancang secara khusus agar manusia dapat merasakan berbagai pengalaman visual yang mungkin hanya terdapat di imajinasi saja namun dapat secara nyata dirasakan lewat teknologi ini.

Realitas maya atau dalam bahasa Inggris disebut virtual reality merupakan salah satu bukti nyata kemajuan teknologi dalam membantu manusia merasakan berbagai imajinasi secara lebih nyata.

Virtual reality sebenarnya sudah banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti saat bermain game atau pada saat menonton video 360 derajat.

2. Sejarah

2.1 Awal Perkembangan

Sejarah teknologi ini dimulai sejak abad ke 18 di mana muncul ide untuk melihat kondisi yang berbeda, kondisi yang berbeda tersebut diwujudkan dengan lukisan panorama 360 derajat yang dibuat agar penonton dapat merasakan kondisi yang sebenarnya terjadi.

Lukisan tersebut diberi judul “Battle of Borodino, 1812” menggambarkan perang yang sedang terjadi di lapangan yang luas.

Charles Wheatstone kemudian menemukan view-master stereoscope yang menggunakan dua cermin ganda untuk memproyeksikan gambar pada tahun 1838 kemudian dipatenkan pada 1839.

Lalu sejarah virtual reality dimulai lagi pada tahun 1892, tahun tersebut merupakan tahun di mana ditemukannya “Link Trainer” oleh Edward Link yang berfungsi sebagai simulator penerbangan komersial bertenaga elektromekanis.

Alat tersebut digunakan selama Perang Dunia II oleh lebih dari 500.000 pilot.

2.2 Father of Virtual

Pada tahun 1956, Morton Heilig yang dijuluki “Father of Virtual” menciptakan sebuah peralatan mekanis teater yang diberi nama Sensorama yang membuat penonton dapat menonton film pendek disertai dengan berbagai indera seperti penglihatan, penciuman, pendengaran serta sentuhan.

Sensorama berisi lima film pendek yang berbeda-beda.

Alat ini berhasil dipatenkan pada tahun 1962.

Usaha Morton Heilig tidak berhenti di situ saja, pada tahun 1960-nya pun dia menemukan Telesphere Mask dan mematenkannya di tahun yang sama.

Telesphere dan HMD merupakan cikal bakal dari piranti virtual reality pada zaman sekarang.

Ivan Sutherland yang menduduki jabatan sebagai associate professor of electrical engineering di Harvard University dan muridnya yang bernama Bob Sproull menciptakan kepala VR/AR yang langsung terhubung ke komputer menggunakan system HMD serta bernama The Sword of Democles pada tahun 1968.

Namun kondisi alat tersebut saat pertama diciptakan sangat susah untuk digunakan karena terlalu berat dan tidak nyaman digunakan oleh pengguna.

Berbagai penemuan lanjutan mengenai virtual reality mulai banyak ditemukan sejak saat itu.

TahunSejarah
1812Lukisan panorama perang
1838Stereoscope pertama oleh Charles Wheatstone
1892Ditemukannya Link Trainer oleh Edward Trainer
1956Morton Heilig menciptakan Sensorama, peralatan teater
1960Morton Heilig menciptakan Telesphere Mask dan Head-Mounted Display
1968The Sword of Democles ditemukan oleh Ivan Sutherland dan Bob Sproull

 

2.3 Perkembangan Lebih Lanjut

Perkembangan virtual reality sendiri mulai pesat sejak tahun 1980, di mana Jaron Lanier mulai menggunakan istilah “Virtual Reality”.

Jaron Lanier menciptakan berbagai range virtual reality di antaranya Dataglove, Eyephone serta mulai mengembangkan peralatan pendukung seperti sarung tangan dan kacamata khusus.

Teknologi virtual reality mulai berkembang untuk game mulai tahun 1993, perusahaan pertama yang mengembangkannya adalah SEGA.

Namun kacamata VR baru versi SEGA hanya mencapai tahap prototipe saja karena kesulitan pengembangan teknis, walaupun SEGA sendiri telah mengembangkan empat game untuk kacamata VR ini.

Tahun 1995, Nintendo mengembangkan Nintendo Virtual Boy bahkan sempat mendapatkan penghargaan sebagai konsol game pertama yang dapat menampilkan tampilan grafis 3D yang sebenarnya.

Namun VR buatan Nintendo memiliki nasib yang tidak berbeda jauh dari SEGA.

Produk ini pun dinyatakan gagal karena kurangnya warna pada grafis, kekurangan dukungan perangkat lunak, serta sulitnya mencari posisi yang nyaman dalam menggunakan kacamata VR ini.

Akhirnya produksi Nintendo Virtual Boy dihentikan.

Dewasa ini perkembangan virtual reality sudah berkembang dengan sangat pesat, hal tersebut dibarengi oleh kemajuan teknologi mobile yang pesat pula.

Apalagi industri game yang terus mengembangkan produk berbasis teknologi virtual reality.

Google telah merilis produk virtual reality yang bernama Google Cardboard yang menggunakan smartphone.

Perusahaan Samsung juga tidak mau kalah dalam teknologi ini, Samsung membuat produk yang bertajuk Samsung Galaxy Gear.

Perkembangan virtual reality bukan hanya dalam industri game saja, dalam industri lainpun sangat berkembang seperti pada bidang ekonomi, bisnis, pendidikan, militer, medis, desain dan lainnya dengan fungsinya masing-masing.

3. Cara Kerja VR

Cara kerja VR yaitu membuat seolah-olah pengguna berada di dunia imajinasi dengan penghapusan lingkungan nyata sekeliling pengguna.

Namun, untuk dapat merasakan keadaan seperti itu dibutuhkan beberapa perangkat tambahan seperti headset khusus VR.

Headset VR berbentuk seperti kacamata selam lensa tertutup.

Salah satu merek dagang headset VR yang banyak beredar di pasaran adalah Oculus Rift dan Samsung Gear VR.

Terdapat bagian yang digunakan untuk meletakkan smartphone yang berfungsi memproyeksikan gambar menjadi nyata.

Berbeda dengan merek Oculus Rift yang sudah tidak memerlukan smartphone di dalamnya karena sudah dilengkapi dengan layar khusus untuk memproyeksikan gambar, bahkan pengguna dapat menghubungkan Oculus Rift dengan komputer menggunakan fitur bluetooth.

Headset VR sendiri dapat ditambahkan dengan perangkat tambahan lain seperti headphone dan joystick.

Dengan adanya headphone membuat pengguna mendengarkan suara dengan lebih jernih lagi.

Cara kerja VR dengan menggabungkan tampilan yang terdapat di layar VR lalu diteruskan ke mata pengguna, otak dari manusia memproses gambar tersebut sehingga akan muncul ilusi gambar 3 dimensi yang seolah-olah nyata.

Perangkat-perangkat VR tersebut membuat para pengguna merasakan feedback atau umpan balik sehingga dapat saling berinteraksi.

4. Elemen VR

Virtual reality terdiri dari beberapa elemen penting yang saling berkaitan, di mana jika satu saja elemen tersebut rusak maka tidak dapat bekerja dengan baik.

Terdapat empat elemen utama penyusun virtual reality agar dapat menghasilkan gambar 3 dimensi.