IoT (Internet of Things): Pengertian, Manfaat, dan Contoh

Posted on

Seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi pun semakin pesat. Saat ini sudah banyak sekali peralatan yang dilengkapi dengan kecanggihan teknologi sehingga bisa meringankan pekerjaan sehari-hari. Teknologi canggih tersebut tidak terlepas dari Internet of Things.

Namun, Internet of Things itu sebenarnya apa sih? Kalau ingin tahu baca artikel ini sampai habis yuk!

Internet of Things (IoT)
Internet of Things (IoT)

1. Pengertian IoT – Apa Itu IoT?

Apa itu Internet of Things?

Pengertian Internet of Things (IoT) atau Internet untuk segala adalah konsep komputasi mengenai objek sehari-hari yang terhubung ke internet dan bisa mengidentifikasi diri ke perangkat lain.

Sedangkan Internet of Things menurut RFID atau Radio Frequency Identification adalah sebuah istilah yang termasuk dalam metode komunikasi walaupun IoT juga bisa mencakup teknologi sensor lain seperti teknologi nirkabel atau kode QR (Quick Response).

Istilah Internet of Things terbagi menjadi dua bagian utama yaitu Internet pengatur konektivitas dan Things yang berarti perangkat.

Secara sederhana jika kita mempunyai Things yang bisa untuk mengumpulkan data dan mengirimkannya ke Internet maka data-data ini bisa diakses oleh Things yang lain.

Koneksi internet merupakan suatu hal yang bisa memberikan banyak manfaat dan bisa digunakan untuk segala umur baik anak kecil maupun orang dewasa.

Internet bisa untuk menelepon atau mengirim pesan, bisa juga untuk mencari suatu informasi seperti Anda sekarang yang sedang membaca artikel ini dengan tujuan mencari informasi tentang IoT.

Jadi, pada intinya Internet of Things ini merupakan suatu hal yang berguna untuk menghubungkan semua objek fisik yang ada di kehidupan sehari-hari dengan menggunakan internet.

2. Sejarah dan Perkembangan IoT

Sudah tahu pengertian Internet of Things?

Sekarang baca sejarahnya yuk!

Pada tahun 1990, John Ramkey dengan Simon Hackett melakukan kerja sama untuk membuat perangkat yang berupa pemanggang roti dan terhubung ke internet dengan jaringan TCP atau IP serta dikendalikan dengan Basis Informasi Manajemen Protokol Manajemen Jaringan Sederhana (SNMP MIB) dengan satu kontrol untuk menghidupkan daya, tetapi manusia tetap harus yang memasukkan rotinya ke perangkat itu.

Pada tahun 1999, perangkat ini dikembangkan dengan ditambahkannya sebuah interop atau robot derek kecil yang juga bisa dikendalikan lewat internet dan memungkinkan mampu mengambil dan menjatuhkan roti ke dalam perangkat tersebut.

Masih di tahun 1999, Kevin Ashton yang merupakan direktur eksekutif Auto ID Centre MIT menciptakan The Internet of Things.

Ia juga menemukan peralatan berbasis RFID atau Radio Frequency Identification global dengan sistem identifikasi di tahun yang sama.

Penemuan ini bisa disebut sebagai sebuah lompatan besar dalam komersial IoT.

Pada tahun 2000, LG atau Lucky and Goldstar menjadi perusahaan multinasional yang berasal dari Korea Selatan mengumumkan rencana untuk membuat kulkas pintar yang bisa dengan sendirinya menentukan makanan di dalam kulkas tersebut perlu diisi ulang atau tidak.

Pada tahun 2003, RFID atau Radio Frequency Indentification mulai ditempatkan pada tingkat tinggi militer AS dalam Program Savi mereka.

Di tahun yang sama pula RFID disebarkan ke seluruh toko agar menjadi lebih besar.

Pada tahun 2005, The Guardian, Boston Globe, dan Amerika ilmiah yang merupakan arus publikasi utama mengutip banyak artikel mengenai IoT.

Pada tahun 2008, IPSO Alliance dirilis untuk mempromosikan penggunaan IP atau Internet Protocol dalam jaringan Smart Object serta mengaktifkan Internet of Things.

Pada tahun ini pula penggunaan white space spectrum disetujui oleh FCC.

Pada tahun 2011, IPv6 dirilis sehingga bidang Internet of Things mengalami pertumbuhan besar.

Perkembangan ini didukung oleh beberapa perusahaan besar seperti IBM, Cisco, dan Ericson yang mengambil banyak inisiatif dari bidang pendidikan serta komersial dengan IoT teknologi hanya bisa dijelaskan sebagai hubungan antara komputer dan manusia.