Cooling Fan Processor Tidak Bekerja, Tanda Bahaya?

Cooling fan atau yang lebih mudah disebut kipas merupakan salah satu komponen penting yang ada di dalam processor guna mencegah overheat yang dapat menyebabkan processor mudah rusak.

Cooling fan yang macet atau pun mati merupakan hal yang paling sering ditemukan.

Mulai dari kipas yang macet karena kipas tersebut kotor hingga kipas yang benar-benar mati karena kabel putus akibat Anda sering bongkar pasang tetapi Anda tidak mampu memasangnya kembali dengan baik dan benar.

Macet dan tidak bekerjanya cooling fan ini dapat memberikan dampak yang beragam.

Pastinya usia dari perangkat yang digunakan juga termasuk.

Efek yang ditimbulkan akan dibahas di bawah ini agar menjadi perhatian Anda baik untuk segera cek kesehatan cooling fan secara rutin maupun servis.

Melalui bahasan ini Anda dapat memutuskan untuk mengganti cooling fan saja atau sekalian beserta laptop atau komputer Anda sekaligus.

Prosesor intel beserta cooling fan
Prosesor intel beserta cooling fan

1. Laptop atau PC Sering Auto Restart

Jika cooling fan sudah bermasalah maka akan berdampak langsung pada perputarannya yang bisa jadi tidak stabil dan tidak cukup kuat sehingga tidak dapat berfungsi untuk mendinginkan perangkat.

Perputaran kipas yang kadang stabil, macet lalu stabil kembali ini yang menyebabkan laptop atau PC Anda panas.

Kemudian sistem mainboard akan mematikan komputer Anda, lalu menghidupkan kembali secara otomatis atau biasa disebut restart.

2. Laptop atau PC Mati Sendiri Setelah Dinyalakan Beberapa Menit

Overheat pada processor dapat menyebabkan laptop atau PC mendadak mati dengan sendirinya.

Hal ini cenderung serupa dengan poin sebelumnya yang membedakannya terkadang laptop atau PC tidak otomatis menyala melainkan harus menunggu processor dingin terlebih dahulu.

3. Laptop atau PC Auto Lock atau Ngelag

Kursor yang tidak dapat dipindahkan atau aplikasi yang mendadak tidak merespon sudah jelas akibat alat pemroses data yang panas serta dibarengi dengan cooling fan yang tidak dapat bekerja dengan baik.

Hal inilah yang dapat mempengaruhi kinerja dari sistem operasi.

Secara otomatis hal yang dapat dilakukan hanyalah mematikan serta menghidupkan kembali laptop atau PC Anda.

4. Processor Rusak

Cooling fan yang mati sesungguhnya merupakan pertanda yang cukup serius.

Meskipun tidak dibarengi dengan hal-hal yang disebutkan di poin-poin sebelumnya seperti auto restart tetapi jika tetap dipaksa pengoperasiannya maka akan berdampak pada processornya.

Jika sudah processor yang rusak maka laptop atau PC Anda akan menjadi blank bahkan tidak dapat menampilkan windows di layar laptop atau PC Anda.

5. Laptop atau PC Mati Total

Dampak paling parah dari tidak bekerjanya cooling fan di perangkat Anda jika tetap memaksa menggunakan laptop atau PC Anda dengan intensitas tinggi adalah perangkat Anda mati total.

Seperti yang kita semua ketahui jika biaya perbaikan yang dikeluarkan akan sangat lumayan jika laptop atau PC Anda dalam keadaan mati total.

 

Cooling fan yang bermasalah akan mengganggu kinerja prosesor, simak informasi mendalamnya pada artikel Seluk Beluk Prosesor.

 

Hal yang amat sangat perlu diperhatikan adalah jangan sampai Anda mencabut kipas atau cooling fan pada processor untuk mencegah terjadinya kematian total pada perangkat laptop atau PC Anda.

Maka dari itu, jika laptop atau PC Anda mulai mengalami gejala seperti poin bahasan yang ada di atas sangat dianjurkan segeralah periksakan ke teknisi komputer terdekat dan terpercaya untuk mengotak atik ataupun sekadar membersihkan cooling fan perangkat Anda secara rutin.

Karena semakn cepat Anda mencegah parahnya kerusakan perangkat Anda, maka akan semakin kecil pula biaya yang diperlukan untuk perbaikan perangkat Anda.