Tips Tidak Konsumtif di Era Digital

Di era digital seperti saat ini, memang proses transaksi bisa dilakukan dengan lebih mudah dan cepat.

Jika dahulu kita harus bolak-balik ke bank untuk mengirim uang, kini mau transfer uang dapat dilakukan dengan mudah hanya melalui ponsel cerdas atau smartphone saja.

Kemudahan transaksi inilah yang membuat banyak orang menjadi lebih tertarik membeli banyak barang yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan.

Secara tidak langsung, era digital bisa mempengaruhi gaya hidup manusia ke arah yang lebih konsumtif.

Data menunjukkan, sepanjang bulan Ramadhan tahun 2019 orang Indonesia rata-rata menghabiskan uang 1,2 juta rupiah untuk belanja online.

Sayangnya pengeluaran yang banyak ini tidak bisa diimbangi dengan pengaturan keuangan yang baik.

Hal ini tidak terlepas karena internet yang telah menjadi bagian dari kebutuhan pokok manusia, terutama kaum milinieal.

Generasi milinieal atau yang lebih muda banyak menggunakan internet untuk segala jenis transaksi, mulai dari pembelian makanan dan minuman, berbelanja secukupnya, membeli pakaian, jalan-jalan, serta kebutuhan yang lainnya.

Tips Agar Tidak Konsumtif di Era Digital

Tips untuk tidak konsumtif di zaman digital
Tips untuk tidak konsumtif di zaman digital

Tentu saja bukan hal yang baik jika Anda hidup terlalu boros.

Uang akan cepat habis, padahal kebutuhan hidup masih sangat banyak.

Tapi tenang saja, untuk menghindari hal tersebut Anda bisa menerapkan beberapa tips sederhana berikut ini:

1. Kurangi Penggunaan Internet

Ini memang tidak mudah dilakukan, terutama bagi Anda yang terbiasa menggunakan gadget dalam kehidupan sehari-hari dan internet harus diakui memang bisa memenuhi kebutuhan manusia, dari kebutuhan primer hingga kebutuhan tersier.

Namun cobalah untuk mengurangi kebiasaan berbelanja online untuk menghemat pengeluaran Anda.

Cara yang bisa dilakukan adalah dengan membatasi pemakaian internet sehingga Anda tidak akan tergoda oleh tawaran yang diberikan oleh platform situs jual beli online.

2. Jika Bisa, Gunakan Uang Cash Saja daripada E Wallet.

Daripada uang digital, ternyata uang cash lebih memiliki kedekatan emosional yang lebih baik.

Anda akan lebih berhati-hati dalam menggunakannya.

Berbeda halnya ketika memakai uang digital yang cenderung membuat manusia lebih tergoda untuk menghabiskannya.

Terlebih lagi di zaman fintech ini banyak website belanja online yang menawarkan promo besar-besaran kepada calon pembelinya.

Jika Anda terpaksa harus menggunakan uang digital, belilah produk yang memiliki potongan harga untuk lebih menghemat pengeluaran.

3. Bijak Menggunakan Voucher Diskon

Memiliki voucher bukan berarti Anda bisa menggunakannya secara masif.

Ketika mempunyai voucher tersebut, keinginan untuk belanja lagi akan selalu ada.

Padahal sebenarnya, Anda tidak harus mengklaim voucher diskon dan uang tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan lain yang jauh lebih penting.

Gunakan voucher diskon secara lebih bijak dan proporsional.

Apabila memang Anda tidak membutuhkan produk yang ditawarkan, voucher diskon tidak harus digunakan pada saat itu juga dan bisa menggunakannya di lain kesempatan.

4. Buat Anggaran

Untuk mengontrol keuangan yang Anda miliki, sangat penting untuk membuat anggaran, khususnya untuk kebutuhan online yang dianggap jadi penyebab gaya hidup konsumtif.

Tetapkan anggaran sesuai dengan kebutuhan, bukan hanya berdasarkan keinginan saja.

Setiap bulannya silakan catat anggaran Anda dan gunakan dengan sebijak mungkin.

Misal untuk belanja daring, beli paket internet, streaming musik, streaming video, hiburan, dan kebutuhan lainnya semua anggarannya wajib diatur dengan sangat baik.

 

Apakah Anda tertarik untuk mempelajari teknologi finansial lebih dalam? Simak artikel Kupas Tuntas Teknologi Finansial.

 

Apakah sulit berhemat di era digitalisasi seperti saat ini?

Tentu saja tidak.

Anda bisa menerapkan beberapa tips di atas guna menghilangkan atau mengurangi kebiasaan hidup konsumtif yang sangat merugikan.