SSD (Solid State Drive): Pengertian, Jenis, Komponen, dan Keunggulan

Perkembangan teknologi yang begitu cepat, mendorong berkembangnya media penyimpanan data pada komputer atau PC. Salah satu komponen penyimpanan atau storage yang tak asing ditelinga kita adalah Hardisk Drive (HDD). Dewasa ini, terdapat pula media penyimpanan lain yang sedang populer di kalangan masyarakat yaitu SSD.

Media penyimpanan data berupa SDD merupakan hasil pengembangan dari HDD.

Agar Anda bisa memahami dengan jelas mengenai SDD, mari simak artikel ini dengan saksama!

1. Pengertian SSD

SanDisk sebagai salah satu brand SSD
SanDisk sebagai salah satu brand SSD

Definisi Solid State Drive atau disingkat SSD adalah sebuah media penyimpanan yang menyimpan datanya dalam bentuk chip-chip flash memory yang saling berhubung satu sama lain.

Hal ini membuat SSD dikenal juga dengan nama flash memory.

SSD menanamkan sebuah chip memori yang berbasiskan silikon sebagai media penyimpanan untuk membaca dan menulis data persisten.

Agar lebih mudah memahaminya, hardware penyimpanan data ini memiliki chip memori layaknya flash disk sehingga SSD tidak mempunyai komponen yang bergerak di dalamnya (piringan) seperti HDD.

2. Komponen SSD

Sebuah perangkat keras, tentunya memiliki komponen-komponen penyusun yang penting agar mekanisme kerja alatnya berjalan dengan mulus.

Setiap perangkat memiliki komponen-komponennya tersendiri yang membedakan dengan perangkat lain yang sejenis, tak terkecuali SSD.

Apa sajakah komponen-komponen yang menyusun Solid State Drive ini?

Yuk, simak!

2.1 Kontroler

Kontroler merupakan sebuah embedded processor yang menjalankan kode firmware sehingga menjadi komponen terpenting yang mempengaruhi performa dari SSD sendiri.

Kontroler yang terdapat pada perangkat ini berfungsi menghubungkan komponen memori NAND dengan PC atau komputer.

Adapun fungsi-fungsi yang dijalankan oleh kontroler yaitu Error Correction (EC), read scrubbing and read disturb management, wear leveling, read and writing caching, bad block mapping, garbage collection, serta encryption.

2.2 Flash Memory-Based

Non-volatile NAND flash memory digunakan oleh pabrik-pabrik besar untuk bahan pembuatan SSD karena dibandingkan dengan bahan DRAM, bahan tersebut lebih murah.

Kelebihan komponen ini juga yaitu dapat mempertahankan data tanpa adanya suplai daya secara terus menerus dan terjaminnya data tetap presisten ketika daya mendadak mati.

2.3 DRAM-Based

Terdapat pula SSD yang menggunakan bahan DRAM yang ditujukan untuk memfokuskan pada kecepatan akses data yang ultra.

Bahan ini biasanya digunakan SSD yang akan menggunakan baterai internal atau arus listrik AC/ DC adapter dan sistem back-up storage guna mempertahankan presistensi data selama tidak adanya daya listrik yang mengalir pada SSD.

Ketika listrik padam, informasi akan re-copy ke RAM dari back-up storage dan SSD akan melanjutkan operasi tadi sehingga sama dengan fungsi hibernate pada sistem operasi.

2.4 Cache atau Buffer

Pada umumnya, SSD Flash memory-based menggunakan DRAM dengan kapasitas kecil sebagai cache seperti pada halnya HDD.

Data yang sering digunakan akan tetap ada di cache selama drive beroperasi, namun ketika tidak beroperasi akan hilang.

2.5 Battery (Super Capacitor)

Baterai atau kapasitor menjadi komponen lain yang meningkatkan performa dari hardware penyimpanan ini.

Hal tersebut digunakan untuk tetap menjaga integritas data sehingga data dalam cache dapat disalin ke drive saat listrik mati.

Terdapat beberapa pula yang menyimpan data dalam cache sampai listrik menyala kembali.

Baterai sangat dibutuhkan bagi SSD bertipe memori MLC (multi-level cell) karena data rentan korup kerika listrik padam, tetapi untuk tipe SLC (single-level cell) masalah data yang korup tidak ada sehingga mayoritas tidak dilengkapi baterai atau super kapasitor.

3. Tipe Konektor

Sebuah perangkat tentunya membutuhkan konektor agar terhubung dengan perangkat lainnya.

Contohnya saja Flash Disk yang menggunakan USB sebagai konektornya.

Begitupun dengan SSD, untuk terhubung dengan komputer atau laptop yang Anda gunakan memerlukan sebuah konektor.

Saat ini, terdapat tiga tipe konektor, yaitu SATA III, PCIe, dan NVMe.

3.1 SATA III

Kabel konektor SATA
Kabel konektor SATA

Jenis kontektor SATA III merupakan tipe konektor yang standar dan model lama yang masih digunakan sampai saat ini pada komputer dan laptop Anda.

SATA versi III (3) merupakan versi tercepat saat ini.

Bandwidth yang ditawarkan oleh konektor ini adalah 600 MB per detik.

3.2 Peripheral Component Interconnect Express (PCIe)

Konektor PCIe
Konektor PCIe

Peripheral Component Interconnect Express atau PCIe merupakan tipe konektor yang terhubung secara langsung dengan motherboard sehingga kecepatan transfer yang disuguhkan lebih tinggi dibandingkan dengan SATA III ataupun NVMe.

Konektor ini biasanya dipakai komputer desktop yang memiliki banyak jalur transfer yang disebut Lane.

Semakin banyak lane yang terdapat pada SSD, semakin tinggi pula kecepatan transfernya.

Sampai saat ini, PCIe mendukung 32 lane.

Kecapatan transfer setiap lane bisa mencapai 985 MB setiap detiknya pada PCIe versi 3.0.

Bisa dibayangkan jika memiliki 32 lane berarti kecepatan transfernya mencapai 32 kali lipat.

3.3 Non-Volatile Memory Express (NVMe)

SSD Tipe NVMe
SSD Tipe NVMe

Konektor Non-Volatile Memory Express atau dikenal NVMe tidak memiliki kecepatan transfer secepat PCIe karena hanya bisa mendukung 4 lane.

Keunggulan NVMe dibandingkan PCIe dilihat dari mudahnya pemasangan, peng-upgrade-an, dan tersedia dalam bentuk yang lebih kecil sehingga dapat digunakan pada laptop.

4. Jenis Memori

Secara umum, terdapat 4 tipe memori yang dimiliki SSD yaitu Single-Level Cell (SLC), Multi-Level Cell (MLC), Triple-Level Cell (TLC), dan Quad-Level Cell (QLC).

Berikut penjelasannya!

4.1 Single-Level Cell (SLC)

Setiap SSD mempunyai beberapa sel untuk menyimpan datanya.

Nah, untuk SSD berjenis memori Single-Level Cell disingkat SLC hanya mampu menampung 1 bit data (antara 0 atau 1).

SLC merupakan tipe memori yang tercepat yang bisa Anda pilih.

Hal tersebut karena ketika komputer atau laptop Anda membaca data di SSD berjenis memori SLC, satu selnya menyajikan 0 dan 1 saja.

Selain itu, jenis ini juga menggunakan daya yang paling rendah sehingga masa pakai cenderung lebih lama.

SLC bukan berarti unggul dalam setiap hal, jenis ini memiliki harga yang cenderung mahal dan memiliki kapasitas yang tidak besar.

Kekurangannya juga terlihat dari daya tampung sel yang hanya 1 bit data sehingga terdapat keterbatasan dalam penyimpanan data.

4.2 Multi-Level Cell (MLC)

Multi-Level Cell atau MLC memiliki daya tampung 2 bit data (2×2), yaitu 00, 01, 10, dan 11 sehingga terdapat 4 kemungkinan data disimpan dalam satu selnya.

Hal ini membuat MLC memiliki kapasitas tampung data lebih banyak dibandingkan dengan SLC.

Performa dari MLC masih kalah dibandingkan SLC karena lebih banyak menggunakan waktu dalam membaca di setiap selnya.

Namun, MLC sendiri memiliki keunggulan dari segi harga yang relatif murah.

4.3 Triple-Level Cell (TLC)

TLC merupakan jenis memori dengan harga terjangkau dibandingkan jenis memori sebelumnya.

Triple-Level Cell atau dikenal TLC memiliki kapasitas tampung data sebanyak 3 bit (2x2x2).

Oleh karena hal tersebut, performa dari jenis memori ini akan lebih buruk dibanding SLC dan MLC karena membutuhkan banyak waktu dalam membaca dan menulis data di setiap selnya.

Konsumsi daya jenis memori inipun cukup besar karena memerlukan lebih banyak tenaga dalam membaca data pada setiap selnya.

Hal ini menyebabkan TLC memiliki masa pakai yang rendah.

4.4 Quad-Level Cell (QLC)

Terlahirnya TLC memicu selera pasar global menginginkan media penyimpanan dengan performa kecepatan data yang tinggi dengan harga yang terjangkau dan memiliki kapasitas yang tidak terpaut jauh dengan HDD.

Jawaban dari hal tersebut adalah terciptanya QLC yang memiliki daya tampung 4 bit data (2x2x2x2).

QLC dirilis pada tahun 2018 lalu dan merupakan jawaban bagi konsumen yang membutuhkan perangkat penyimpanan data yang cepat namun dengan harga terjangkau.

Micron merupakan salah satu perusahaan yang menyediakan SSD bertipe QLC saat ini.

Dari segi performa, memang QLC tak secepat TLC apalagi SLC.

Namun yang bisa digarisbawahi meskipun performanya buruk dibandingkan tipe lainnya, QLC tetap lebih baik dibandingkan HDD yang mahal sekalipun dari segi performa.

5. Bentuk dan Ukuran

SSD menawarkan bentuk dan ukurannya masing-masing yang bisa dipakai di komputer dan laptop kesayangan Anda dengan keunggulannya tersendiri.

Berikut penjelasannya!

5.1 mSATA SSD

Mini SATA merupakan bentuk kecilnya dari SATA SSD yang digunakan pada perangkat hemat daya seperti tablet dan laptop.

Kecepatan yang disuguhkan sebesar 600 MB per detiknya.

5.2 M.2 (Dua Sisi)

M.2 merupakan versi terbaru dari mSATA dengan bentuk lebih panjang dan lebih ramping.

Bentuk ini tersedia dalam tipe konektor SATA III dan NVMe sehingga dikenal dengan jenis berbeda yaitu SSD M.2 SATA dan SSD M.2 NVMe.

Dari segi performa M.2 NVMe memiliki kecepatan berbeda yang cukup signifikan dibandingkan M.2 SATA yaitu 3x lebih cepat.

Hal inilah yang menyebabkan pengguna banyak yang menggunakan bentuk ini karena tersedia pilihan NVMe.

5.3 M.2 (Satu Sisi)

Perbedaan M.2 satu sisi dan dua sisi adalah dari segi kapasitas penyimpanannya di mana satu sisi memiliki kapasitas yang lebih kecil dibandingkan dengan dua sisi.

5.4 2.5 Inch SATA SSD

Bentuk ini memiliki kemiripan dengan HDD laptop 2.5 yang mungkin menjadikan namanya SSD 2.5 Inch.

Solid State Drive jenis ini biasanya dipakai untuk menambah booting atau baca maupun tulis untuk menggantikan HDD yang sudah usang di Laptop atau PC.

Kecepatannya sama dengan SSD dengan tipe konektor SATA III yang tak lebih dari 600 MB per detik.

5.5 PCIe SSD

Solid State Drive ini hanya digunakan untuk desktop karena memiliki ukuran yang super besar.

Selain kapasitas yang cukup besar, kecepatannya sangat jauh lebih cepat dibandingkan tipe NVMe karena dapat menggunakan lane dalam jumlah banyak.

6. Perbedaan SSD dan HDD

Nah, setelah disajikan hal-hal yang perlu Anda ketahui terkait SSD, mungkin beberapa di antara Anda masih mempertanyakan, sebenarnya perbedaan antara SSD dan HDD itu apa?

Yuk simak penjelasan berikut!

6.1 Cara Kerja

Selama ini, cara kerja HDD yang Anda gunakan memanfaatkan perpaduan antara sistem mekanik dan elektrik sebagai penunjang performa.

Hal tersebut berbeda dengan SSD yang lebih mengarah pada sistem full-electric tanpa adanya komponen atau bagian yang bergerak ketika pembacaan ataupun penulisan data.

Cara kerja SSD ini sama dengan proses data yang dilakukan oleh USB Flash Disk, RAM, dan Micro SD.

6.2 Kecepatan

Dari segi kecepatan mungkin tidak perlu diragukan lagi bahwa Solid State Drive lah yang unggul dibandingkan Harddisk Drive saat ini.

6.3 Ukuran dan Bentuk

Anda pasti tidak menyangkal jika ukuran HDD memiliki dimensi lebih besar dibandingkan dengan SSD.

Hal tersebut menjadikan keunggulan tersendiri bagi SSD untuk pengguna yang menginginkan media penyimpanan yang ringkas dengan performa lebih tinggi.

6.4 Komponen

HDD memiliki motor penggerak serta piringan cakram yang berputar di dalamnnya ketika digunakan.

Sedangkan SSD hanya terdiri dari Micro Chip, Integrated Circuit (IC), serta sejumlah komponen elektronik lainnya.

6.5 Fragmentasi

Fragmentasi adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut suatu ruang kosong di dalam penyimpanan yang diakibatkan oleh adanya perubahan atau penghapusan data.

Awalnya, proses penyusunan file pada HDD akan tersusun rapi dan berurutan secara otomatis, namun lama kelamaan ketika proses berjalan susunanpun akan berantakan ketika adanya perubahan.

Jika kondisi tersebut tetap berlanjut maka kinerja dari HDD sendiri akan menurun.

Terlepas dari fragmentasi pada HDD, hal tersebut mustahil terjadi pada SSD karena seluruh data tersimpan ke dalam Chip Flash.

6.6 Harga

Dari segi harga, SSD dibandrol dengan harga lebih mahal dibandingkan HDD.

Hal tersebut sejalan dengan performa yang lebih baik dan daya pacu yang lebih tinggi dibandingkan HDD.

6.7 Efek yang Timbul

Kedua perangkat penyimpanan memiliki efek eksternal yang berbeda.

Para pengguna laptop ataupun PC dengan perangkat HDD tentu tidak asing lagi dengan suara HDD yang berisik yang ditimbulkan dari komponen mekanik di dalamnya sehingga laptop atau PC cepat panas.

Berbeda dengan HDD, laptop yang sudah dilengkapi oleh SSD jauh memiliki suara yang lebih pelan dan tidak cepat panas.

7. Keunggulan

Sebelumnya sudah dibahas mengenai perbedaan antara SSD dan HDD.

Nah, agar Anda lebih memahaminya berikut dibahas keunggulan dan kelemahan dari perangkat SSD.

7.1 Tidak Ada Bagian yang Bergerak

Sudah jelas jika sebuah perangkat yang memiliki komponen yang tidak bergerak akan jauh memiliki masa pakai yang lebih lama dibandingkan perangkat yang memiliki komponen yang bergerak.

Tidak adanya komponen yang bergerak membuat SSD tidak memiliki suara berisik dibandingkan HDD.

7.2 Hemat Daya

SSD sangat cocok digunakan oleh pengguna laptop karena lebih hemat daya.

Hal ini karena tidak adanya komponen yang bergerak di dalamnya.

Keunggulannya dalam hal ini, berbanding lurus dengan suhu yang dikeluarkan yang cenderung rendah sehingga laptop tidak mudah panas.

7.3 Kecepatan

Dari segi kecepatan, SSD memiliki daya pacu dalam menulis dan membaca data lebih cepat dibandingkan HDD.

Kecepatannya terlihat dari waktu transfer dan pada saat booting windows.

7.4 Bentuk Lebih Kecil dan Ringan

Jika dibandingkan dengan HDD, perangkat ini memiliki bentuk yang tipis dan kecil sehingga bobotnya lebih ringan.

Hal tersebut membuat desain laptop yang ditawarkan lebih super tipis dan tentunya lebih hemat baterai.

8. Kekurangan

Bicara keunggulan, pastinya suatu perangkat juga memiliki sebuah kelemahan atau kekurangan yang perlu Anda perhatikan.

Hal tersebut membantu Anda dalam menimbang sesuatu agar tepat memilih sebuah keputusan,

8.1 Harga Mahal

Keunggulan yang ditawarkan SSD tidak semena-mena membuat perangkat tersebut murah di pasaran.

Ya, kualitas yang mumpuni pastinya diperlukan usaha untuk mendapatkannya dari segi materi.

Sebagai perbandingan, HDD yang berkapasitas 1 TB (terabyte) dibandrol berkisar satu jutaan.

Nah, untuk SSD sendiri dengan kapasitas yang sama dapat memiliki harga tiga kali lipatnya.

8.2 Kapasitas Kurang Besar

Sebenarnya dari segi kapasitas, kembali lagi pada kelemahan sebelumnya yaitu harganya mahal.

Anda bisa menentukan pilihan sesuai kebutuhan.

Saat SSD dikenalkan, memang kapasitas belum besar sehingga tentu menjadi suatu kelemahan.

Namun, saat ini teknologi berkembang begitu pesat dan perusahaan teknologi pun berlomba mengeluarkan produknya sesuai selera pasar.

Info terbaru bahwa kapasitas terbesar media penyimpanan ini adalah ExaDrive DC100 yang berukuran 3.5 inch dengan kapasitas 100 TB yang diproduksi oleh Nimbus Data.

Dari segi harga, mungkin Anda bisa membayangkannya sendiri.

8.3 Memiliki Batas Umur

Berbeda dengan HDD yang rentan mengalami kerusakan karena terjadi benturan atau piringan yang rusak, HDD dapat bertahan lama jika dilakukan perawatan yang baik.

Berbeda dengan SSD yang memiliki batas umur yang dihitung dalam satuan Terabytes Written (TWB).

Setiap kali membaca dan menulis ulang data, saat itu juga SSD akan mengalami penurunan performa yang mengakibatkan rusaknya perangkat karena mencapai batas TWB.

 

Nah, apakah Anda tertarik menggunakan SSD?

Mungkin untuk saat ini memang keunggulan dari SSD jauh lebih banyak dibandingkan dengan HDD ya!

Anda bisa menyesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan!

Semoga bermanfaat!