VGA (Video Graphics Array): Pengertian, Jenis, dan Fungsi

Diposting pada

Mungkin di antara Anda sudah sering mendengarkan istilah VGA, tetapi pastinya Anda belum terlalu mengenalnya dengan dalam bukan?

Apakah Anda ingin tahu lebih banyak mengenai VGA? Ada baiknya kalau Anda simak ulasan singkat mengenai VGA di bawah ini ya!

Bentuk VGA Card
Bentuk VGA Card

1. Pengertian

VGA atau Video Graphics Array adalah monitor standar untuk mengatur tampilan yang digunakan pada sebagian besar PC.

VGA ini juga merupakan standar grafis terakhir yang diikuti oleh sebagian besar pabrik pembuat kartu grafis komputer.

Kartu grafis sendiri atau graphics card (VGA) adalah kartu ekspansi yang berguna untuk memproses gambar dan menerjemahkan rakitan sebuah tampilan kemudian menampilkannya melalui monitor.

VGA juga seringkali disebut dengan nama Video Card, Display Card, Video Adapter, Graphics Adapter, Graphics Card, dan Display Adapter.

VGA merupakan sebuah standar tampilan komputer analog yang pertama kali dipasarkan oleh IBM pada tahun 1987.

2. Sejarah VGA

Pada tahun 1981, VGA pertama kali dibuat oleh IBM dengan nama IBM PC Video Card.

Waktu itu istilahnya adalah MDA atau Monochrome Display Adapter yang hanya bisa beroperasi untuk text mode dengan ukuran 80 kolom 25 baris (80×25).

MDA mempunyai video memory sebesar 4 KB dan hanya mendukung untuk satu warna saja. Kemudian setelah adanya MDA maka muncul pula beberapa kartu grafik lain.

Kesuksesannya dalam perakitan VGA membuat beberapa perusahaan seperti S3, Cirrs Logic, dan ATI tertarik untuk mengembangkan dengan cara meningkatkan jumlah warna dan kemampuan resolusinya.

Setelah itu lahirlah sebuah teknologi resolusi standar SVGA atau Super VGA yang mempunyai resolusi 1024×768, memory sebesar 2 MB, dan mendukung 256 jenis warna.

Kemudian pada tahun 1995 muncul sebuah kartu grafis 2D/3D di pasaran yang dikembangkan oleh perusahaan Creative, Matrox, ATI, S3, dan lain sebagainya.

Kartu grafis ini masih mengikuti standar SVGA namun sudah mendukung teknologi 3D.

Di tahun 1997, lahir Voodoo Graphic Chip hasil keluaran 3dfx dengan memperkenalkan teknologi 3D effects seperti anti-aliasing, mip mapping, dan Z-buffering yang mana kemampuannya lebih kuat daripada kartu grafis lain waktu itu.

Setelah Voodoo muncullah beberapa kartu grafis 3D lain seperti TNT dan TNT2 dari Nvidia serta Voodoo2 masih dari 3dfx.

Pada saat itu bandwidth yang dibutuhkan para kartu grafis ini sudah mendekati limit kapasitas PCI bus.

Bandwidth sendiri adalah suatu nilai konsumsi transfer data yang dihitungnya dalam bit/detik atau bit per second (bps) antara server dan client untuk waktu tertentu.

Kemudian Intel mengembangkan AGP atau Accelerated Graphics Port yang akhirnya memecahkan permasalahan bottleneck antara microprocessor dengan kartu grafis.

Tahun 1999 sampai 2002, Nvidia menguasai pasar kartu grafis dengan produk GeForce-nya dan mengalahkan 3dfx.

Di tahun 2003 dengan produk Radeon dan GeForce, perusahaan Nvidia dan ATI mendominasi pasar kartu grafis dengan jumlah hampir 90%.