Mengenal Crypto Currency Bitcoin

Diposting pada

Keamanan terhadap data pribadi dapat melakukan investasi keungan tanpa harus menampilkan identitas asli.

Namun, mata uang digital ini juga memiliki kekurangan yakni risiko terhadap pelanggaran hukum karena pemerintah melarang adanya crypto currency bitcoin.

Selain itu, volatilitas yang dimiliki bitcoin cukup tinggi pada saat nilai mata uang tiba-tiba mengalami penurunan dan kenaikan nilai secara drastis dalam waktu yang cepat.

Bitcoin juga sulit untuk memprediksi nilai mata uang pada masa depan, sehingga potensi kerugian akan semakin tinggi dan terkadang juga nilai tukar dari mata uang tersebut juga terlampau tinggi.

Berinvestasi dengan menggunakan bitcoin mengharuskan pengguna memiliki dompet digital yang apabila lupa dengan password yang telah terpasang akan menjadi sebuah malapetaka dalam penyimpanan uang digital tersebut.

3. Mekanisme Transaksi

Mata uang digital yang digunakan untuk berinvestasi tentu saja memerlukan jaringan internet.

Mata uang ini digunakan oleh pihak-pihak tertentu dengan identitas yang terjamin kerahasiaannya dan terlindung dalam sistem blockchain.

Namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan mata uang digital bitcoin memiliki risiko minim.

Tanpa adanya peraturan yang menjadi payung hukum, maka transaksi mata uang digital ini berisiko sangat tinggi.

Belum lagi adanya masalah fluktuasi nilai uang digital yang belum tentu stabil.

Konsep dasar dalam setiap transaksi menggunakan crypto currency bitcoin, seluruh jaringan akan mencatat histori berjalan termasuk besar transaksi dan saldo yang dimiliki pengguna.

Misalnya, seseorang telah berhasil melakukan transaksi dan telah dikonfirmasi oleh penerima, maka seluruh jaringan yang terhubung dalam blockchain akan secara langsung mengetahui informasi berisi penjelasan telah terjadi transaksi sejumlah tertentu.

Konfirmasi dari penerima merupakan sebuah hal yang sangat krusial saat transaksi mata uang digital berlangsung.

Transaksi yang terkonfirmasi tersebut kemudian disimpan dalam wadah yang disebut dengan Blocks.

Catatan transaksi memiliki sifat permanen, tidak dapat di bajak, tidak dapat diubah, maupun di palsukan, dan menjadi bagian dalam sebuah rantai blok atau blockchain.

Sifat permanen tersebut yang membuat mata uang digital bersifat immutable alias tidak dapat dibatalkan saat telah dikirim.

Tidak ada bitcoin dalam bentuk fisik, namun hanya berupa saldo yang tercatat dala buku besar yang setiap orang dapat melihatnya saat melakukan akses.

4. Bitcoin di Indonesia

BI (Bank Indonesia) telah secara eksplisit mengeluarkan larangan terhadap segala bentuk jenis crypto currency termasuk bitcoin untuk seluruh kegiatan transaksi atau secara langsung tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah.

Pernyataan tersebut dikeluarkan dan didasarkan pada undang-undang yang menyatakan bahwa alat transaksi yang sah hanya menggunakan Rupiah.

Yang perlu untuk digarisbawahi adalah uang digital ini tidak termasuk illegal tetapi hanya saja transaksinya tidak diperbolehkan.

Sejauh ini orang masyarakat Indonesia masih memanfaatkan mata uang digital jenis ini untuk sekadar dimiliki atau investasi saja karena transaksinya juga terbatas.