Mengenal Apa Itu QRIS

Posted on

Sebagai pengguna aplikasi pembayaran, Anda tidak perlu repot membawa uang tunai sehingga lebih aman dan praktis.

Selain itu, prosesnya cepat dan kekinian sehingga Anda tidak perlu pusing memikirkan QR siapa yang terpasang.

Dan yang terpenting, penggunaan QRIS diawasi langsung oleh Bank Indonesia sehingga Anda tidak perlu khawatir terkait kredibilitasnya.

Tak hanya bermanfaat bagi para pengguna aplikasi pembayaran, hadirnya QRIS juga memberikan segudang keuntungan bagi merchant.

Sebagai merchant, tentu saja Anda sangat diuntungkan dengan danya QRIS lantaran potensi penjualan Anda akan semakin meningkat.

Konsumen milenial cenderung menyukai sistem pembayaran yang cepat, praktis, dan aman.

Anda juga tidak perlu repot mencari uang kembalian dan meminimalisir adanya uang palsu atau kecurangan lain yang mungkin terjadi pada transaksi tunai.

Tunggu apalagi, silakan dicoba jika Anda ingin merasakan manfaatnya secara langsung!

3. Sumber Dana Transaksi QRIS

Hadirnya QRIS yang terbilang cukup canggih mungkin membuat Anda bertanya-tanya dari manakah dana yang digunakan?

Eits tenang, seluruh transaksi QRIS menggunakan dana yang berasal dari simpanan atau instrumen pembayaran berupa kartu kredit, kartu debet, atau uang elektronik yang menggunakan media penyimpanan server based.

Penggunaan sumber dana diterapkan berdasarkan usulan dari Lembaga Standar yang telah disetujui oleh Bank Indonesia.

Sumber yang aman dan terpercaya bukan?

4. Nominal Transaksi QRIS

Seperti halnya sistem pembayaran digital yang lain, QRIS juga memiliki nominal transaksi.

Nominal transaksi paling banyak adalah 2 juta rupiah per transaksi.

Selain itu, penerbit dapat menetapkan nominal kumulatif per hari atau per bulan untuk setiap pengguna QRIS sesuai dengan manajemen risiko penerbit.

5. Para Pihak dalam Pemrosesan Transaksi QRIS

Siapa sajakah pihak yang memiliki andil dalam pemrosesan transaksi QRIS?

Ada empat pihak yang terlibat, yaitu Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), Lembaga Switching, Merchant Aggregator, dan pengelola National Merchant Repository.

Penyelenggara Jasa Sistem Keuangan (PJSP) merupakan pihak yang dapat melakukan pemrosesan transaksi QRIS dan termasuk dalam kelompok Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran font end seperti Penerbit atau Acquirer.

Namun tetap saja, demi keamanan transaksi, PJSP dan Lembaga Switching harus mendapatkan persetujuan dari Bank Indonesia sebelum melaksanakan kegiatan pemrosesan transaksi QRIS.

Jadi, Anda tidak perlu khawatir karena keamanannya sangat diperhatikan.

6. Jenis Pembayaran Menggunakan QRIS

Tidak jauh berbeda dengan pembayaran digital pada umumnya, terdapat beberapa jenis pembayaran menggunakan QRIS.

Ada tiga jenis pembayaran, yaitu Merchant Presented Mode (MPM) Statis, Merchant Presented Mode (MPM) Dinamis, dan Customer Presented Mode (CPM).

MPM Statis adalah jenis pembayaran yang paling mudah lantaran merchant hanya perlu memajang satu sticker atau print-out QRIS dan tanpa dipungut biaya alias gratis.