Enkripsi: Pengertian, Sejarah, Manfaat, Jenis, Dampak, dan Contoh

Diposting pada

Semakin maju zaman maka semakin banyak pula kebutuhan yang harus dipenuhi, begitu pun dengan kebutuhan komunikasi. Hal yang sangat penting dalam dunia komunikasi saat ini adalah teknologi enkripsi.

Enkripsi ada karena dibutuhkannya sesuatu yang dapat menyamarkan makna pesan agar tidak ada yang mengetahuinya, kecuali orang yang dituju oleh pesan itu sendiri.

Enkripsi memiliki cara kerja yang tergolong rumit, tetapi sangat bermanfaat pada kehidupan saat ini.

Penasaran dengan teknologi ini?

Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Teknologi enkripsi di kehidupan sehari-hari
Teknologi enkripsi di kehidupan sehari-hari

1. Pengertian Enkripsi, Apa itu Enkripsi?

Enkripsi adalah suatu proses penyandian pesan asli atau plainteks menjadi cipherteks atau pesan tersandi.

Definisi enkripsi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan tulisan dalam kode atau sandi.

Kebalikan dari enkripsi adalah dekripsi.

Dekripsi sendiri yaitu proses mengubah pesan tersandi menjadi pesan yang dapat dibaca dan mudah dipahami.

2. Sejarah Singkat

Enkripsi adalah salah satu metode untuk mengamankan data yang cukup populer.

Secara etimologi kata enkripsi berasal dari bahasa yunani, yaitu “kryptos” yang berarti tersembunyi atau rahasia.

Dahulu masih banyak orang yang belum bisa membaca maka menuliskan pesan rahasia dengan cara biasa sudah terbilang cukup.

Namun tentunya hal tersebut tidak efektif lagi ketika zaman sudah berubah ke arah yang lebih maju, oleh sebab itu dikembangkan skema enkripsi untuk mengubah pesan menjadi bentuk yang tidak bisa dibaca atau dipahami dengan mudah.

Hal ini agar isi pesan tidak bisa dibaca oleh sembarang orang ketika mengirim suatu pesan kepada orang lain.

2.1 Enkripsi di Masa Pra Masehi

Pada abad ke 700 SM, orang-orang sparta menulis pesan yang sensitif di kulit yang dililit pada sebuah tongkat yang disebut scytale.

Saat tulisan dilepas akan menghasilkan karakter yang acak sehingga tidak mampu dibaca.

Namun, jika digunakan tongkat dengan diameter yang sesuai, maka kumpulan karakter terseut dapat diuraikan kembali sehingga dapat dibaca oleh sang penerima pesan.

Ilustrasi penyandian menggunakan scytale
Ilustrasi penyandian menggunakan scytale

Selain itu, orang Romawi juga menggunakan sandi Chaesar.

Enkripsi jenis ini sangat sederhana di mana masing-masing huruf pada teks digantikan oleh huruf lain yang memiliki selisih tertentu dalam alfabet.

2.2 Enkripsi di Era Teknologi

Pada tahun 1970 teknologi enkripsi mengalami perkembangan yang sangat besar, di mana B. Whitfield Diffie dan Martin Hellman memecahkan salah satu masalah dari kriptografi, yaitu bagaimana cara mendistribusikan kunci enkripsi dengan aman untuk digunakan kepada mereka yang membutuhkan.

Setelah itu, teknologi ini dikembangkan bersama RSA dan menciptakan sebuah implementasi public-key menggunakan algoritma asimetris yang menjadi era baru teknologi enkripsi hingga saat ini.

3. Manfaat Enkripsi

3.1 Menjaga Rahasia

Penggunaan teknologi ini dapat menjaga kerahasiaan suatu informasi dalam sebuah sistem dengan menyediakan autentifikasi dalam menguraikan kode yang hanya bisa dibuka oleh yang memiliki kunci saja.