Berbagai Vendor Game yang Mengembangkan Teknologi VR

Teknologi Virtual Reality (VR) semakin populer dan diminati oleh masyarakat.

Tak sedikit yang memanfaatkan teknologi ini di berbagai sektor industri, salah satunya adalah industri game.

Saat ini sudah banyak vendor game yang mengembangkan teknologi VR di dalam game besutan mereka, baik itu vendor yang berasal dari dalam negeri maupun mancanegara yang sudah terkenal di kancah internasional.

Lalu, apakah Anda tahu vendor game apa sajakah yang mengembangkan teknologi VR?

Berikut penjelasannya!

Vendor Game VR

 

1. Epic Games

Epic Games merupakan salah satu vendor pengembang VR yang berasal dari Carolina Utara.

Perusahaan ini mengembangkan game berbasis VR menggunakan platform Google Daydream.

Salah satu game besutan Epic Games yang dapat Anda coba adalah VR Dungeon Crawler.

2. EA

Electronic Arts atau yang biasa disingkat EA merupakan salah satu vendor yang menggunakan Google Daydream sebagai platform nya.

Game yang dikembangkan oleh perusahaan ini dikenal dengan sebutan Need For Speed: No Limits VR yang merupakan game balapan yang dilengkapi dengan teknologi VR.

Dengan demikian, pengguna dapat merasakan sensasi balapan di dalam mobil seperti di sirkuit balap mobil yang sesungguhnya.

3. CCP Games

CCP Games adalah salah satu pengembang game VR yang sukses mendulang kesuksesan.

Perusahaan ini berdiri pada tahun 1997 di Islandia.

Fokus pengembangan game dari perusahaan ini adalah game yang artistik, desain game yang unik, dan disertai storytelling di dalamnya.

Salah satu game buatan vendor ini yaitu Gunjack 2: End of Shift diklaim sebagai salah satu game Virtual Reality terlaris sepanjang masa.

Awalnya game ini hanya digunakan untuk platform Google Daydream.

Namun seiring perkembangannya, game ini dapat digunakan dalam platform VR lainnya seperti HTC Vive, Oculus Rift, dan Playstaion VR.

4. Beat Games

Beat Games berhasil mengembangkan game VR yang berbeda dari kebanyakan game VR lain.

Perusahaan ini mengembangkan game VR berbasis rhythm dan memberikan inovasi baru dalam dunia VR yang bernama Beat Saber.

Game ini didukung dengan efek suara dan efek visual yang kuat untuk memanjakan penggunanya dalam bermain game ini.

Game ini dapat dibeli melalui Steam, Oculus Store, Playstation Store, dan Humble Bundle.

Saat ini Beat Games sudah diakuisisi oleh Facebook Oculus, sehingga terdapat beberapa aturan yang harus diikuti.

5. Antarupa Studio

Anantarupa merupakan pengembang game VR dan AR yang berasal dari Indonesia yang sudah berdiri sejak tahun 2011.

Perusahaan ini sudah banyak memproduksi game custom untuk perusahaan-perusahaan lain di berbagai bidang.

Sebut saja Mayora, Indofood, BCA, Telkomsel, Samsung, Suzuki adalah beberapa perusahaan yang menunjuk Anantarupa Studio untuk memproduksi game custom.

Bahkan perusahaan ini berhasil memperkenalkan teknologi VR dalam pembuatan iklan produk makanan yaitu Choki-Choki dengan kampanye digital pada tahun 2016 silam.

Game buatan Anantarupa yang bernama Oriinokards berhasil menjadi “Top 10 Toys” dalam UK Toys Fair 2016.

Suatu prestasi yang membanggakan bukan?

Tidak hanya itu, Anantarupa juga sedang mengembangkan ESports bergenre MOBA di tingkat internasional.

Dengan harapan bahwa Anantarupa dapat menjadi pengembang Esports pertama di Asia Tenggara dengan memperkenalkan kebudayaan Indonesia yang kental.

6. Shinta VR

Selain Anantarupa Studio, vendor game lain yang mengembangkan teknologi VR asal Indonesia adalah Shinta VR.

Perusahaan ini didirikan pada tahun 2016 oleh dua orang berkebangsaan Indonesia dan Jepang bernama Andreas Rizky dan Akira Sou.

Mereka sering mengikuti pameran-pameran yang dilaksanakan di sekolah ataupun institusi.

Tujuannya tidak lain adalah ingin menunjukkan kebanggaan menggunakan produk lokal yang tidak kalah dari pengembang game asal luar negeri.

7. Capcom Ltd.

Capcom Ltd. merupakan salah satu vendor game yang berasal dari Osaka, Jepang.

Perusahaan ini sudah berdiri sejak tahun 1979 dan sekarang sudah memiliki cabang perusahaan di berbagai negara antara lain Amerika Utara, Eropa, Korea.

Tidak heran jika perusahaan ini mampu menjual hingga jutaan copy game yang diproduksinya.

Perusahaan ini mulai menggunakan teknologi VR pada tahun 2016 saat mengembangkan game yang bernama Resident Evil 7: Biohazard.