Mengenal Teknologi 5G

Pengguna pertamanya yakni Amerika, Eropa, hingga Asia Timur yang terdiri dari Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, dan China.

Bahkan negara tetangga yang dekat dengan Indonesia, yaitu Filipina juga sudah memasang jaringan 5G di beberapa kota dan daerahnya.

Namun penggunaan 5G secara komersial baru pertama kali dilakukan pada Januari tahun 2020 di Korea Selatan dan diikuti oleh negara lainnya.

Di Indonesia sendiri teknologi jaringan 5G rencananya akan segara diterapkan pada tahun 2020, namun hal tersebut sedikit terkendala karena adanya Covid-19 dan tertunda hingga 2021 saat ini.

Menurut GSMA, jaringan 5G dapat mencapai 1,2 miliar koneksi pada tahun 2025 yang mencakup sepertiga dari populasi dunia.

Perusahaan ponsel seperti Samsung telah mengeluarkan ponsel yang dapat melayani teknologi jaringan 5G bagi negara-negara yang telah menyediakannya.

Walaupun adanya kehadiran teknologi 5G sebagai penerus dari 4G maupun LTE sudah semakin dekat dan sejumlah negara menerapkan teknologi terbaru ini, tetapi masih banyak pertanyaan terlontar terhadap kehadirannya.

Hal tersebut tergolong sangat wajar mengingat teknologi jaringan 5G akan memberikan dampak besar pagi penggunanya di seluruh penjuru dunia.

Adapun beberapa contoh pengguna 5G sebagai konsumen, seperti Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), enhanced Mobile Broadband, dan cloud gaming.

Kemudian beberapa contoh pengguna 5G yang bergerak di bidang industri/B2B, diantaranya adalah smart seapot, remote surgery, drone surveillance, smart factory, remote controlling machinery, dan masih banyak lagi.

Sebagai salah satu perusahaan yang terus bergerak dan menghadirkan teknologi terkini untuk masyarakat, contohnya Telkomsel juga turut mengembangkan teknologi jaringan 5G yang berada di Indonesia.

Pada tahun 2018, Telkomsel menghadirkan uji coba layanan untuk teknologi 5G atau yang disebut “Telkomsel 5G Experience Center” yang bertepatan dengan momentum Asian Games 2018.

3. Radiasi Tinggi 5G

Salah satu hal yang paling ditakutkan oleh pengguna jaringan ini adalah radiasi dari sinyal radio yang dipancarkan akan menyebabkan kanker.

Laporan dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2011 menyatakan bahwa radiasi ponsel merupakan hal yang wajib didaftarkan sebagai salah satu sumber karsinogen ke manusia.