Mengenal Teknologi 5G

Posted on

Dilansir berdasarkan The Sun, Internet of Things (IoT) pada jaringan 5G memungkinkan pekerjaan akan terselesaikan dengan sangat cepat.

IoT sendiri merupakan konsep komputasi yang saling terkait dengan kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke komputer.

Hal ini berarti, mesin akan saling bertukar informasi dan perintah secara otonom tanpa adanya keterlibatan dengan manusia (sistem otomatis).

Internet of Things (IoT) berguna dalam melakukan pelacakan logistik, smart city, smart building, hingga agrikultur.

Selain berkutat dengan selular dengan kecepatan yang tinggi, teknologi jaringan 5G juga memungkinkan akan memberikan dampak pada sektor lain seperti transportasi, perumahan, hingga tempat kerja.

Teknologi baru berbasis 5G akan mengendalikan beberapa pekerjaan seperti auto pilot pada mobil (tanpa kemudi), telepon dengan panggilan berupa hologram, dan menciptakan realitas dimana saja serta kapan saja.

Seperti pada jaringan 4G, 5G beroperasi berdasar pada prinsip jaringan selular yang sama.

Namun, interface udara untuk jaringan 5G dapat lebih meningkatkan fleksibilitas dan skalabilitas yang jauh lebih tinggi.

Adapun perbedaan antara jaringan 5G dengan jaringan selular generasi sebelumnya, yaitu pada jaringan 1G menghadirkan suara analog, kemudian untuk 2G memperkenalkan suara digital, 3G menghadirkan data selular, dan 4G LTE mengantarkan era broadband selular.

2. Pengguna 5G

Semenjak teknologi jaringan 5G untuk pertama kalinya dirilis yakni tahun 2016 lalu, penggunaannya telah diterapkan di berbagai negara.

Pengguna pertamanya yakni Amerika, Eropa, hingga Asia Timur yang terdiri dari Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, dan China.

Bahkan negara tetangga yang dekat dengan Indonesia, yaitu Filipina juga sudah memasang jaringan 5G di beberapa kota dan daerahnya.

Namun penggunaan 5G secara komersial baru pertama kali dilakukan pada Januari tahun 2020 di Korea Selatan dan diikuti oleh negara lainnya.

Di Indonesia sendiri teknologi jaringan 5G rencananya akan segara diterapkan pada tahun 2020, namun hal tersebut sedikit terkendala karena adanya Covid-19 dan tertunda hingga 2021 saat ini.

Menurut GSMA, jaringan 5G dapat mencapai 1,2 miliar koneksi pada tahun 2025 yang mencakup sepertiga dari populasi dunia.

Perusahaan ponsel seperti Samsung telah mengeluarkan ponsel yang dapat melayani teknologi jaringan 5G bagi negara-negara yang telah menyediakannya.

Walaupun adanya kehadiran teknologi 5G sebagai penerus dari 4G maupun LTE sudah semakin dekat dan sejumlah negara menerapkan teknologi terbaru ini, tetapi masih banyak pertanyaan terlontar terhadap kehadirannya.

Hal tersebut tergolong sangat wajar mengingat teknologi jaringan 5G akan memberikan dampak besar pagi penggunanya di seluruh penjuru dunia.

Adapun beberapa contoh pengguna 5G sebagai konsumen, seperti Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), enhanced Mobile Broadband, dan cloud gaming.

Kemudian beberapa contoh pengguna 5G yang bergerak di bidang industri/B2B, diantaranya adalah smart seapot, remote surgery, drone surveillance, smart factory, remote controlling machinery, dan masih banyak lagi.